PROFIL FCA CAKRAWALA

Foto saya
Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia
FCA Cakrawala merupakan LSM Non Governmental didirikan 29 April 1991 yang bergerak di bidang Adventure,Konservasi Sumber daya alam Hayati dan ekosistemya, SAR, pemanduan wisata dll. didirikan oleh Bp. JAYADI HR yang merupakan Ketua FCA Cakrawala s/d sekarang.. FCA Cakrawala pernah meraih penghargaan Kalpataru tk Provinsi dan termasuk dalam 10 Besar PA Dan Kader Konservasi Terbaik di Indonesia tahun 2007.. FCA Cakrawala merupakan Pendiri dari Oganisasi di Kota Singkawang Seperti FPTI ( FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA ), FKLH ( FORUM KOMUNIKASI LINGKUNGAN HIDUP ), FK3I ( FORUM KOMUNIKASI KADER KONSERVASI INDONESIA ) FKSD ( FORUM KOMUNIKASI SAR DAERAH ) serta MPI ( MASYARAKAT PARIWISATA INDONESIA KOTA SINGKWANG ).. dll.....

Selasa, 10 Maret 2009

Senin, 27 November 2006
Perhatikan Gunung Poteng


Singkawang,- Front Cinta Alam Cakrawala (FCAC) Singkawang meminta kepada Pemerintah Kota Singkawang khususnya dinas terkait untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengembangan potensi alam di Gunung Poteng dan Raya. Sebab dua tempat ini memiliki eksotis keanekaragaman hayati dan ekosistem. 

Dari hasil patroli FCAC, 19 Nopember lalu, organisasi pencinta alam ini menemukan tanaman dan binatang langka di sana (Gunung Poteng dan Raya). 

"Kami menemukan bunga raflesia yang cukup indah dan beruang madu yang menurut perkiraan kami hanya ada sedikit di situ," kata Jayadi, Ketua FCAC kepada Pontianak Post kemarin. 

Pihaknya juga begitu merasakan besarnya manfaat daerah pegunungan itu.Airnya merupakan sumber air minuman dan ekonomis hutannya merupakan paru-paru Kota Singkawang. "Betul-betul anugerah dari dari Yang Maha Kuasa untuk masyarakat Singkawang dan sekitarnya," takjubnya. 

Karena itu ungkapnya, agar kondisi hayati di pegunungan tersebut dapat terus terpelihara dan berkembang dengan baik, dia mengharapkan perhatian pemerintah yang lebih serius lagi. Salah satunya dengan cara memayungi kegiatan cinta alam di sekolah-sekolah tingkat SMA yang dulunya lebih dikenal dengan siswa pencinta alam (sispala). Pemerintah dapat menghidupkan kembali organisasi pencinta alam di tingkat SMA tersebut dengan menggelar kegiatan alam untuk para siswa. 

Lewat kegiatan alam yang dilaksanakan siswa tersebut, diharapkan keanekaragaman hayati yang eksotis berikut ekosistemnya dapat terus terpelihara dengan baik. Karena kegiatan tersebut intinya untuk pemeliharaan. 

"Selain itu kita perlu kader lingkungan dan cinta alam. Jadi, tolong bimbing sispala seperti Pramuka. Karena masing-masing adalah anak kita yang patut dididik sebagai manusia Inddonesia seutuhnya," harapnya. 

Kepada pihak sekolah, FCAC juga berharap untuk dapat mendukung kegiatan sispala yang sekarang hanya ada di beberapa sekolah saja. Kegiatan itu memang kegiatan ekstra kurikuler siswa, tapi cukup bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan bagi alam dan lingkungan tentunya. "Sekolah jangan pernah menganggap kegiatan itu mengganggu studi anak-anak. Karena pada dasarnya, kegiatan itu tidak dilaksanakan setiap hari. Paling tidak satu minggu sekali," katanya. 

Pihaknya sendiri sebagai organisasi pencinta alam dalam hal pemeliharaan dan pelestarian alam ini akan melakukan program patroli secara berkala. Patroli tersebut akan dilakukan di Gunung Poteng dan Gunung Raya Passi.(vie)< Front Cinta Alam Cakrawala (FCAC) Singkawang meminta kepada Pemerintah Kota Singkawang khususnya dinas terkait untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengembangan potensi alam di Gunung Poteng dan Raya. Sebab dua tempat ini memiliki eksotis keanekaragaman hayati dan ekosistem. 

Dari hasil patroli FCAC, 19 Nopember lalu, organisasi pencinta alam ini menemukan tanaman dan binatang langka di sana (Gunung Poteng dan Raya). 

"Kami menemukan bunga raflesia yang cukup indah dan beruang madu yang menurut perkiraan kami hanya ada sedikit di situ," kata Jayadi, Ketua FCAC kepada Pontianak Post kemarin. 

Pihaknya juga begitu merasakan besarnya manfaat daerah pegunungan itu.Airnya merupakan sumber air minuman dan ekonomis hutannya merupakan paru-paru Kota Singkawang. "Betul-betul anugerah dari dari Yang Maha Kuasa untuk masyarakat Singkawang dan sekitarnya," takjubnya. 

Karena itu ungkapnya, agar kondisi hayati di pegunungan tersebut dapat terus terpelihara dan berkembang dengan baik, dia mengharapkan perhatian pemerintah yang lebih serius lagi. Salah satunya dengan cara memayungi kegiatan cinta alam di sekolah-sekolah tingkat SMA yang dulunya lebih dikenal dengan siswa pencinta alam (sispala). Pemerintah dapat menghidupkan kembali organisasi pencinta alam di tingkat SMA tersebut dengan menggelar kegiatan alam untuk para siswa. 

Lewat kegiatan alam yang dilaksanakan siswa tersebut, diharapkan keanekaragaman hayati yang eksotis berikut ekosistemnya dapat terus terpelihara dengan baik. Karena kegiatan tersebut intinya untuk pemeliharaan. 

"Selain itu kita perlu kader lingkungan dan cinta alam. Jadi, tolong bimbing sispala seperti Pramuka. Karena masing-masing adalah anak kita yang patut dididik sebagai manusia Inddonesia seutuhnya," harapnya. 

Kepada pihak sekolah, FCAC juga berharap untuk dapat mendukung kegiatan sispala yang sekarang hanya ada di beberapa sekolah saja. Kegiatan itu memang kegiatan ekstra kurikuler siswa, tapi cukup bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan bagi alam dan lingkungan tentunya. "Sekolah jangan pernah menganggap kegiatan itu mengganggu studi anak-anak. Karena pada dasarnya, kegiatan itu tidak dilaksanakan setiap hari. Paling tidak satu minggu sekali," katanya. 

Pihaknya sendiri sebagai organisasi pencinta alam dalam hal pemeliharaan dan pelestarian alam ini akan melakukan program patroli secara berkala. Patroli tersebut akan dilakukan di Gunung Poteng dan Gunung Raya Passi.(vie)
http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=128953

Tidak ada komentar:

Posting Komentar