Lokasi Penyebaran Bunga Bangkai Bertambah

Singkawang,- Organisasi Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang dalam memperingati Hari Bumi pada 22 April 2003, melakukan kegiatan monitoring atau pemantauan sekaligus pendataan di Gunung Roban. Hasil yang diperoleh diantaranya yaitu lokasi penyebaran Bunga Bangkai bertambah dan ini menambah khasanah komunitas flora di gunung tersebut.
Hal ini diungkapkan Presidium Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang Jayadi HR kepada Pontianak Post, Jumat (25/4). "Setahun yang lalu tepatnya bulan April 2002 dari pelacakan tim kami di Gunung Roban ditemukan bunga jenis langka di Indonesia yaitu Amorfolustitanum atau yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai,"sebutnya.
Fisik dari bunga bangkai saat ditemukan antara lain bakal bunga berukuran tinggi kurang lebih 12 centimeter sedangkan bunga matang sampai sejauh ini tingginya 112 centimeter. "Warna bunga berpucuk putih perak sementara lingkarnya berwarna coklat,"ujarnya.
Kemudian pada akhir Mei 2002, lanjut Jayadi, ditemukan sebanyak 23 lokasi tempat penyebaran bunga. "Dan pada pendataan yang dilakukan kami pada 22 April 2003 yang sekaligus untuk memperingati Hari Bumi telah ditemukan 24 lokasi penyebaran baru,"papar Jayadi.
Menurut Jayadi ada kemungkinan pada akhir Mei 2003 yang merupakan puncak perkembangan bunga bangkai, maka lokasi penyebaran bunga tersebut semakin bertambah. "Dalam kegiatan pendataan di Gunung Roban tidak hanya ditemui beberapa bunga bangkai tapi juga satwa lain yaitu seekor elang yang sepertinya jenis langka,"ungkapnya.
Pria ini menambahkan keanekaragaman flora dan fauna di wilayah Gunung Roban memang patut dibanggakan. "Penemuan bunga bangkai tersebut kami beri nama Cakrawala Amorfolustitanum, dan telah dilaporkan ke Camat Singkawang Tengah,"sebutnya seraya mengatakan yang melakukan pendataan terdiri dari tiga orang masing Jayadi sendiri, dan kedua orang putrinya yaitu Meliza dan Elizabeth.
Kegiatan seperti ini, lanjutnya, merupakan kegiatan konkrit yang secara implisit terdapat peran serta anggota pecinta alam Cakrawala dalam upaya melestarikan khasana bumi itu sendiri. "Khususnya potensi sumber daya alam yang berada disekitar Kota Singkawang,"jelas Jayadi. Dia berharap agar pecinta alam yang ada di Kota Singkawang bersama-sama bersatu untuk melindungi sumber daya alam baik flora maupun faunanya. "Khusus untuk floranya terutama pohon-pohon setidaknya perlu ada pelestarian karena kaitannya dengan penyediaan sumber air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak,"tuturnya lagi.
Tak hanya itu, peran Pemkot dalam hal ini juga sangat dibutuhkan mengingat tanpa adanya peran serta pemerintah maka upaya pelestarian alam tidak akan maksimal. "Minimlah beri dukungan terhadap kegiatan pecinta alam di Kota Singkawang,"ujarnya lagi. (eka)
< Organisasi Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang dalam memperingati Hari Bumi pada 22 April 2003, melakukan kegiatan monitoring atau pemantauan sekaligus pendataan di Gunung Roban. Hasil yang diperoleh diantaranya yaitu lokasi penyebaran Bunga Bangkai bertambah dan ini menambah khasanah komunitas flora di gunung tersebut.
Hal ini diungkapkan Presidium Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang Jayadi HR kepada Pontianak Post, Jumat (25/4). "Setahun yang lalu tepatnya bulan April 2002 dari pelacakan tim kami di Gunung Roban ditemukan bunga jenis langka di Indonesia yaitu Amorfolustitanum atau yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai,"sebutnya.
Fisik dari bunga bangkai saat ditemukan antara lain bakal bunga berukuran tinggi kurang lebih 12 centimeter sedangkan bunga matang sampai sejauh ini tingginya 112 centimeter. "Warna bunga berpucuk putih perak sementara lingkarnya berwarna coklat,"ujarnya.
Kemudian pada akhir Mei 2002, lanjut Jayadi, ditemukan sebanyak 23 lokasi tempat penyebaran bunga. "Dan pada pendataan yang dilakukan kami pada 22 April 2003 yang sekaligus untuk memperingati Hari Bumi telah ditemukan 24 lokasi penyebaran baru,"papar Jayadi.
Menurut Jayadi ada kemungkinan pada akhir Mei 2003 yang merupakan puncak perkembangan bunga bangkai, maka lokasi penyebaran bunga tersebut semakin bertambah. "Dalam kegiatan pendataan di Gunung Roban tidak hanya ditemui beberapa bunga bangkai tapi juga satwa lain yaitu seekor elang yang sepertinya jenis langka,"ungkapnya.
Pria ini menambahkan keanekaragaman flora dan fauna di wilayah Gunung Roban memang patut dibanggakan. "Penemuan bunga bangkai tersebut kami beri nama Cakrawala Amorfolustitanum, dan telah dilaporkan ke Camat Singkawang Tengah,"sebutnya seraya mengatakan yang melakukan pendataan terdiri dari tiga orang masing Jayadi sendiri, dan kedua orang putrinya yaitu Meliza dan Elizabeth.
Kegiatan seperti ini, lanjutnya, merupakan kegiatan konkrit yang secara implisit terdapat peran serta anggota pecinta alam Cakrawala dalam upaya melestarikan khasana bumi itu sendiri. "Khususnya potensi sumber daya alam yang berada disekitar Kota Singkawang,"jelas Jayadi. Dia berharap agar pecinta alam yang ada di Kota Singkawang bersama-sama bersatu untuk melindungi sumber daya alam baik flora maupun faunanya. "Khusus untuk floranya terutama pohon-pohon setidaknya perlu ada pelestarian karena kaitannya dengan penyediaan sumber air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak,"tuturnya lagi.
Tak hanya itu, peran Pemkot dalam hal ini juga sangat dibutuhkan mengingat tanpa adanya peran serta pemerintah maka upaya pelestarian alam tidak akan maksimal. "Minimlah beri dukungan terhadap kegiatan pecinta alam di Kota Singkawang,"ujarnya lagi. (eka)
http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=26475

Tidak ada komentar:
Posting Komentar