PROFIL FCA CAKRAWALA

Foto saya
Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia
FCA Cakrawala merupakan LSM Non Governmental didirikan 29 April 1991 yang bergerak di bidang Adventure,Konservasi Sumber daya alam Hayati dan ekosistemya, SAR, pemanduan wisata dll. didirikan oleh Bp. JAYADI HR yang merupakan Ketua FCA Cakrawala s/d sekarang.. FCA Cakrawala pernah meraih penghargaan Kalpataru tk Provinsi dan termasuk dalam 10 Besar PA Dan Kader Konservasi Terbaik di Indonesia tahun 2007.. FCA Cakrawala merupakan Pendiri dari Oganisasi di Kota Singkawang Seperti FPTI ( FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA ), FKLH ( FORUM KOMUNIKASI LINGKUNGAN HIDUP ), FK3I ( FORUM KOMUNIKASI KADER KONSERVASI INDONESIA ) FKSD ( FORUM KOMUNIKASI SAR DAERAH ) serta MPI ( MASYARAKAT PARIWISATA INDONESIA KOTA SINGKWANG ).. dll.....

Senin, 30 Maret 2009

EKSPEDISI 2010



DUKUNG FCA CAKRAWALA DALAM " EKSPEDISI LINTAS RIMBA DAN 30 GUNUNG DI KALBAR DALAM RANGKA VISIT TOURISM KALBAR 2010 DAN NAPAK TILAS PERJALANAN 30 TAHUN FCA CAKRAWALA SERTA ULTAH PEMPROV KALBAR DAN ULTAH KE 8 TAHUN PEMKOT SINGKAWANG "

THKS

Selasa, 10 Maret 2009

Kamis, 10 April 2003
KCA Cakrawala, Diusulkan Terima Sasakawa


Singkawang,- Kelompok Pencinta Alam (KCA) Cakrawala Kota Singkawang diusulkan Pemkot Kota Singkawang untuk bisa mendapatkan penghargaan Sasakawa Environment Prize (Perhargaan dibidang lingkungan hidup dari Jepang).

"Sekarang kita sedang minta persetujuan kepada Walikota mengenai Penerimaan Penghargaan Sasakawa Environment Prize," jelas Edi Haryanto Plh Kabid Litbang dan Lingkungan Hidup Badan Pengembangan Kota (Bapeko) Singkawang saat dijumpai di Kantor Walikota Singkawang, Rabu ( 9/4) siang.

Dikatakan, berdasarkan surat Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan Hidup 17 Februari 2003 maka KCA Cakrawala Singkawang diusulkan sebagai nominasi dari tim Sasakwa Environment Prize. " Salah satu alasannya, karena hingga saat ini KCA Cakrawala tetap eksis peduli dengan lingkungan hidup. Mereka selain sering membina kelompok pencinta alam disekolah-sekolah melalui Sispala (Siswa Pencinta Alam) dan penghijauan lingkungan, juga pernah mendapatkan juara II Kalpataru," jelasnya.

Kepala Bapeko Singkawang Drs Taslim MSi juga membenarkan bahwa KCA Cakrawala Singkawang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan bidang lingkungan hidup dari Jepang. " Karena KCA itu tetap eksis dibidang lingkungan hidup maka merekalah yang kita usulkan dari Singkawang untuk bisa menerima Sasakawa Environment Prize," tandasnya (krl)


< Kelompok Pencinta Alam (KCA) Cakrawala Kota Singkawang diusulkan Pemkot Kota Singkawang untuk bisa mendapatkan penghargaan Sasakawa Environment Prize (Perhargaan dibidang lingkungan hidup dari Jepang).

"Sekarang kita sedang minta persetujuan kepada Walikota mengenai Penerimaan Penghargaan Sasakawa Environment Prize," jelas Edi Haryanto Plh Kabid Litbang dan Lingkungan Hidup Badan Pengembangan Kota (Bapeko) Singkawang saat dijumpai di Kantor Walikota Singkawang, Rabu ( 9/4) siang.

Dikatakan, berdasarkan surat Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan Hidup 17 Februari 2003 maka KCA Cakrawala Singkawang diusulkan sebagai nominasi dari tim Sasakwa Environment Prize. " Salah satu alasannya, karena hingga saat ini KCA Cakrawala tetap eksis peduli dengan lingkungan hidup. Mereka selain sering membina kelompok pencinta alam disekolah-sekolah melalui Sispala (Siswa Pencinta Alam) dan penghijauan lingkungan, juga pernah mendapatkan juara II Kalpataru," jelasnya.

Kepala Bapeko Singkawang Drs Taslim MSi juga membenarkan bahwa KCA Cakrawala Singkawang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan bidang lingkungan hidup dari Jepang. " Karena KCA itu tetap eksis dibidang lingkungan hidup maka merekalah yang kita usulkan dari Singkawang untuk bisa menerima Sasakawa Environment Prize," tandas
http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=25092
Sabtu, 26 April 2003
Lokasi Penyebaran Bunga Bangkai Bertambah




Singkawang,- Organisasi Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang dalam memperingati Hari Bumi pada 22 April 2003, melakukan kegiatan monitoring atau pemantauan sekaligus pendataan di Gunung Roban. Hasil yang diperoleh diantaranya yaitu lokasi penyebaran Bunga Bangkai bertambah dan ini menambah khasanah komunitas flora di gunung tersebut.

Hal ini diungkapkan Presidium Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang Jayadi HR kepada Pontianak Post, Jumat (25/4). "Setahun yang lalu tepatnya bulan April 2002 dari pelacakan tim kami di Gunung Roban ditemukan bunga jenis langka di Indonesia yaitu Amorfolustitanum atau yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai,"sebutnya.

Fisik dari bunga bangkai saat ditemukan antara lain bakal bunga berukuran tinggi kurang lebih 12 centimeter sedangkan bunga matang sampai sejauh ini tingginya 112 centimeter. "Warna bunga berpucuk putih perak sementara lingkarnya berwarna coklat,"ujarnya.

Kemudian pada akhir Mei 2002, lanjut Jayadi, ditemukan sebanyak 23 lokasi tempat penyebaran bunga. "Dan pada pendataan yang dilakukan kami pada 22 April 2003 yang sekaligus untuk memperingati Hari Bumi telah ditemukan 24 lokasi penyebaran baru,"papar Jayadi.

Menurut Jayadi ada kemungkinan pada akhir Mei 2003 yang merupakan puncak perkembangan bunga bangkai, maka lokasi penyebaran bunga tersebut semakin bertambah. "Dalam kegiatan pendataan di Gunung Roban tidak hanya ditemui beberapa bunga bangkai tapi juga satwa lain yaitu seekor elang yang sepertinya jenis langka,"ungkapnya.

Pria ini menambahkan keanekaragaman flora dan fauna di wilayah Gunung Roban memang patut dibanggakan. "Penemuan bunga bangkai tersebut kami beri nama Cakrawala Amorfolustitanum, dan telah dilaporkan ke Camat Singkawang Tengah,"sebutnya seraya mengatakan yang melakukan pendataan terdiri dari tiga orang masing Jayadi sendiri, dan kedua orang putrinya yaitu Meliza dan Elizabeth.

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, merupakan kegiatan konkrit yang secara implisit terdapat peran serta anggota pecinta alam Cakrawala dalam upaya melestarikan khasana bumi itu sendiri. "Khususnya potensi sumber daya alam yang berada disekitar Kota Singkawang,"jelas Jayadi. Dia berharap agar pecinta alam yang ada di Kota Singkawang bersama-sama bersatu untuk melindungi sumber daya alam baik flora maupun faunanya. "Khusus untuk floranya terutama pohon-pohon setidaknya perlu ada pelestarian karena kaitannya dengan penyediaan sumber air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak,"tuturnya lagi.

Tak hanya itu, peran Pemkot dalam hal ini juga sangat dibutuhkan mengingat tanpa adanya peran serta pemerintah maka upaya pelestarian alam tidak akan maksimal. "Minimlah beri dukungan terhadap kegiatan pecinta alam di Kota Singkawang,"ujarnya lagi. (eka)


< Organisasi Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang dalam memperingati Hari Bumi pada 22 April 2003, melakukan kegiatan monitoring atau pemantauan sekaligus pendataan di Gunung Roban. Hasil yang diperoleh diantaranya yaitu lokasi penyebaran Bunga Bangkai bertambah dan ini menambah khasanah komunitas flora di gunung tersebut.

Hal ini diungkapkan Presidium Pecinta Alam Cakrawala Kota Singkawang Jayadi HR kepada Pontianak Post, Jumat (25/4). "Setahun yang lalu tepatnya bulan April 2002 dari pelacakan tim kami di Gunung Roban ditemukan bunga jenis langka di Indonesia yaitu Amorfolustitanum atau yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai,"sebutnya.

Fisik dari bunga bangkai saat ditemukan antara lain bakal bunga berukuran tinggi kurang lebih 12 centimeter sedangkan bunga matang sampai sejauh ini tingginya 112 centimeter. "Warna bunga berpucuk putih perak sementara lingkarnya berwarna coklat,"ujarnya.

Kemudian pada akhir Mei 2002, lanjut Jayadi, ditemukan sebanyak 23 lokasi tempat penyebaran bunga. "Dan pada pendataan yang dilakukan kami pada 22 April 2003 yang sekaligus untuk memperingati Hari Bumi telah ditemukan 24 lokasi penyebaran baru,"papar Jayadi.

Menurut Jayadi ada kemungkinan pada akhir Mei 2003 yang merupakan puncak perkembangan bunga bangkai, maka lokasi penyebaran bunga tersebut semakin bertambah. "Dalam kegiatan pendataan di Gunung Roban tidak hanya ditemui beberapa bunga bangkai tapi juga satwa lain yaitu seekor elang yang sepertinya jenis langka,"ungkapnya.

Pria ini menambahkan keanekaragaman flora dan fauna di wilayah Gunung Roban memang patut dibanggakan. "Penemuan bunga bangkai tersebut kami beri nama Cakrawala Amorfolustitanum, dan telah dilaporkan ke Camat Singkawang Tengah,"sebutnya seraya mengatakan yang melakukan pendataan terdiri dari tiga orang masing Jayadi sendiri, dan kedua orang putrinya yaitu Meliza dan Elizabeth.

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, merupakan kegiatan konkrit yang secara implisit terdapat peran serta anggota pecinta alam Cakrawala dalam upaya melestarikan khasana bumi itu sendiri. "Khususnya potensi sumber daya alam yang berada disekitar Kota Singkawang,"jelas Jayadi. Dia berharap agar pecinta alam yang ada di Kota Singkawang bersama-sama bersatu untuk melindungi sumber daya alam baik flora maupun faunanya. "Khusus untuk floranya terutama pohon-pohon setidaknya perlu ada pelestarian karena kaitannya dengan penyediaan sumber air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak,"tuturnya lagi.

Tak hanya itu, peran Pemkot dalam hal ini juga sangat dibutuhkan mengingat tanpa adanya peran serta pemerintah maka upaya pelestarian alam tidak akan maksimal. "Minimlah beri dukungan terhadap kegiatan pecinta alam di Kota Singkawang,"ujarnya lagi. (eka)
http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=26475
Senin, 27 November 2006
Perhatikan Gunung Poteng


Singkawang,- Front Cinta Alam Cakrawala (FCAC) Singkawang meminta kepada Pemerintah Kota Singkawang khususnya dinas terkait untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengembangan potensi alam di Gunung Poteng dan Raya. Sebab dua tempat ini memiliki eksotis keanekaragaman hayati dan ekosistem. 

Dari hasil patroli FCAC, 19 Nopember lalu, organisasi pencinta alam ini menemukan tanaman dan binatang langka di sana (Gunung Poteng dan Raya). 

"Kami menemukan bunga raflesia yang cukup indah dan beruang madu yang menurut perkiraan kami hanya ada sedikit di situ," kata Jayadi, Ketua FCAC kepada Pontianak Post kemarin. 

Pihaknya juga begitu merasakan besarnya manfaat daerah pegunungan itu.Airnya merupakan sumber air minuman dan ekonomis hutannya merupakan paru-paru Kota Singkawang. "Betul-betul anugerah dari dari Yang Maha Kuasa untuk masyarakat Singkawang dan sekitarnya," takjubnya. 

Karena itu ungkapnya, agar kondisi hayati di pegunungan tersebut dapat terus terpelihara dan berkembang dengan baik, dia mengharapkan perhatian pemerintah yang lebih serius lagi. Salah satunya dengan cara memayungi kegiatan cinta alam di sekolah-sekolah tingkat SMA yang dulunya lebih dikenal dengan siswa pencinta alam (sispala). Pemerintah dapat menghidupkan kembali organisasi pencinta alam di tingkat SMA tersebut dengan menggelar kegiatan alam untuk para siswa. 

Lewat kegiatan alam yang dilaksanakan siswa tersebut, diharapkan keanekaragaman hayati yang eksotis berikut ekosistemnya dapat terus terpelihara dengan baik. Karena kegiatan tersebut intinya untuk pemeliharaan. 

"Selain itu kita perlu kader lingkungan dan cinta alam. Jadi, tolong bimbing sispala seperti Pramuka. Karena masing-masing adalah anak kita yang patut dididik sebagai manusia Inddonesia seutuhnya," harapnya. 

Kepada pihak sekolah, FCAC juga berharap untuk dapat mendukung kegiatan sispala yang sekarang hanya ada di beberapa sekolah saja. Kegiatan itu memang kegiatan ekstra kurikuler siswa, tapi cukup bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan bagi alam dan lingkungan tentunya. "Sekolah jangan pernah menganggap kegiatan itu mengganggu studi anak-anak. Karena pada dasarnya, kegiatan itu tidak dilaksanakan setiap hari. Paling tidak satu minggu sekali," katanya. 

Pihaknya sendiri sebagai organisasi pencinta alam dalam hal pemeliharaan dan pelestarian alam ini akan melakukan program patroli secara berkala. Patroli tersebut akan dilakukan di Gunung Poteng dan Gunung Raya Passi.(vie)< Front Cinta Alam Cakrawala (FCAC) Singkawang meminta kepada Pemerintah Kota Singkawang khususnya dinas terkait untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengembangan potensi alam di Gunung Poteng dan Raya. Sebab dua tempat ini memiliki eksotis keanekaragaman hayati dan ekosistem. 

Dari hasil patroli FCAC, 19 Nopember lalu, organisasi pencinta alam ini menemukan tanaman dan binatang langka di sana (Gunung Poteng dan Raya). 

"Kami menemukan bunga raflesia yang cukup indah dan beruang madu yang menurut perkiraan kami hanya ada sedikit di situ," kata Jayadi, Ketua FCAC kepada Pontianak Post kemarin. 

Pihaknya juga begitu merasakan besarnya manfaat daerah pegunungan itu.Airnya merupakan sumber air minuman dan ekonomis hutannya merupakan paru-paru Kota Singkawang. "Betul-betul anugerah dari dari Yang Maha Kuasa untuk masyarakat Singkawang dan sekitarnya," takjubnya. 

Karena itu ungkapnya, agar kondisi hayati di pegunungan tersebut dapat terus terpelihara dan berkembang dengan baik, dia mengharapkan perhatian pemerintah yang lebih serius lagi. Salah satunya dengan cara memayungi kegiatan cinta alam di sekolah-sekolah tingkat SMA yang dulunya lebih dikenal dengan siswa pencinta alam (sispala). Pemerintah dapat menghidupkan kembali organisasi pencinta alam di tingkat SMA tersebut dengan menggelar kegiatan alam untuk para siswa. 

Lewat kegiatan alam yang dilaksanakan siswa tersebut, diharapkan keanekaragaman hayati yang eksotis berikut ekosistemnya dapat terus terpelihara dengan baik. Karena kegiatan tersebut intinya untuk pemeliharaan. 

"Selain itu kita perlu kader lingkungan dan cinta alam. Jadi, tolong bimbing sispala seperti Pramuka. Karena masing-masing adalah anak kita yang patut dididik sebagai manusia Inddonesia seutuhnya," harapnya. 

Kepada pihak sekolah, FCAC juga berharap untuk dapat mendukung kegiatan sispala yang sekarang hanya ada di beberapa sekolah saja. Kegiatan itu memang kegiatan ekstra kurikuler siswa, tapi cukup bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan bagi alam dan lingkungan tentunya. "Sekolah jangan pernah menganggap kegiatan itu mengganggu studi anak-anak. Karena pada dasarnya, kegiatan itu tidak dilaksanakan setiap hari. Paling tidak satu minggu sekali," katanya. 

Pihaknya sendiri sebagai organisasi pencinta alam dalam hal pemeliharaan dan pelestarian alam ini akan melakukan program patroli secara berkala. Patroli tersebut akan dilakukan di Gunung Poteng dan Gunung Raya Passi.(vie)
http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=128953

Minggu, 08 Maret 2009